Langsung ke konten utama

Indonesia bersatu, Indonesia jaya

Sekadar wawasan dari masyrakat biasa.
By Stenlly



Belum lama ini Kabar ibu kota pindah ke pulau kalimantan, ngga lama dari situ, eh ada kabar lagi lahan gambut di kalimantan terbakar.
Itu benar2 terbakar atau ada yg sengaja yg membakarnya hehehehehe.

Tapi jauh beberapa bulan sblumnya waktu perpindahan ibu kota ke kalimantan Papua lagi panas2nya pejuang kemerdekaan bendera bintang kejora beraksi baku hantam dengan aparat.

Sedikit, saat peristiwa baku tembak para aparat kita dengan para pemberontak di tanah Papua bebrapa bulan lalu, setelah mendengar kabar ini dari media berita televisi saya bertanya" setelah melihat cuplikan gambar para OPM yg memegang senjata
Pikir saya dalam hati "dari mana sebenarnya mereka dapatkan senjata2 itu, Apakah ada pihak khusus yg mendanai mereka?

Ada ngga sih orang di sini yg sepaham dengan saya kalo apa yg terjadi hari2 ini di dalam negeri semuanya sperti tersistematis sperti ada intervensi dari pihak oknum asing demi satu kepentingan khusus.

Dengan banyaknya pula isu sentral yg mencuri perhatian publik dalam negeri contohnya isu penistaan Agama oleh oknum ustad kondang dan lain sebagainya yg sepertinya mau mencuri banyak perhatian untuk lebih fokus ke arah yg sangat vital sperti agama yg notabene cukup lebih nikmat di bahas di banding isu yg lain untuk masyarakat Indonesia .

Ini Seakan publik dipicakan kosentrasinya supaya tidak banyak berfokus ke isu ibu kota berpindah dan Papua lagi berusha memisakan diri dari tanah ibu pertiwi tercinta Indonesia.

Di tamba lagi ada kebijakan pemerintah dari kementrian kesehatan yg akan menaikan iuran BPJS kesehatan ini tentunya seperti fokus pengalihan isu di arakan ke masalah sentral seperti kesehatan, ekonomi, yg juga belum lama ini ada isu hoax tentang BBM mau di naikan gila" an, mungkin beberapa bln kedepan akan ada lagi kebijakan pro dan kontra tentang seputar dunia pendidikan.

Jika kosentrasi masyrakat sudah terpecah belakan dan tinggal sedikit fokus publik diarahkan ke kepentingan oknum asing tadi
Sebenarnya apa sih yg dininginkan mereka saat pemerintah sibuk lrngah mengurus hal2 yg menyita perhatian di atas.

Atau jika perhatian publik cuma fokus dengan hal2 di atas akan ada dampaknya dengan pemerintah yg lengah dan papua diam2  fokus memisakn diri dengan bantuan pihak oknum asing tadi.

Tapi Apaun terjadi intinya sebagai negara kesatuan Republik Indonesia kita janganmau dipecah belahkn oleh pihak oknum asing demi kepentingan busuk mereka.

Kita harus terus sadar kalo indonesia ini sangat kaya dan ini yg jadi alasan mengapa banyak negara2 lain yg begitu terosebsi dengan kekayaan Negara Indonesia.

Makin kita bersatu bergandengan tangan dan sama2 berunity dengan satu visi Indonesia maju indonesia jaya dan jangan gampang kita terpropokasi dengan isu hoax yg satu tujuanya untuk perpecahan di negri ini.

Jangan sekali2 kita lengah, saling mengingatkan kalo kita adalah Indonesia raya, kita adalah Pacasila bineka tunggal ika.

Hiduplah Indonesia Raya...
By Stenlly mantan jurnalis yg sudah jadi Kepster 😸😸


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pria Menangis Karena Wanita

Selamat Datang untuk membanca dan untuk tahu SULAWESI HEBAT - Bagi pria, meneteskan air mata adalah hal yang tabu untuk dilakukan.  Apalagi jika sampai menangis di depan seorang wanita, sungguh akan sangat memalukan. Walaupun, pria juga bisa bersedih, tetapi tak akan pernah diperlihatkan pada siapapun juga kalau dia sedang menangis.  1. Sangat Cinta Alasan pria menangisi wanita yang pertama adalah karena dia memang sangat mencintai wanita/kekasihnya itu. Saking tak bisanya di ungkapkan dengan kata-kata, pria bisa meneteskan air matanya saat berada tepat di depan sang wanita. Ini jelas, jika cintanya itu sangat besar. Dan wanita itupun akan sangat beruntung jika mempunyai pasangan seperti dia. Menagis lebai alah Laki Humoris 2. Kerinduan Mendalam Atas sebab memendam kerinduan mendalam, pria juga akan menangisi wanita. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka yang berhubungan LDR. Rasa rindunya yang sekian lama tak berjumpa, rasa kange...

Ini Dia Budaya Unik “Padungku” di Poso

SULWESI HEBAT - Sudah bukan hal baru lagi, padungku menjadi salah satu tradisi tahunan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah. Berakar dari budaya dan agama tua orang Poso Suku Pamona yang kemudian dimaknai secara turun temurun.    Selanjutnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Poso tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Walau harus diakui bahwa dewasa ini padungku selalu berwajah ganda. Di satu sisi ia memberdayakan, bahwa hidup ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, padungku selalu menjadi momen yang dinanti oleh semua masyrakat Poso untuk menunjukan rasa sukur pada Sang Khalik, hal ini bersal dari budaya petani sawah saat menunjukan rasa sukur atas hasil panen mereka. Dengan meyediakan berbagai jenis makanan, seperti berbagai olahan nasi dengan cara penyajian yang masih amat kental dengan tradisonal bahkan demikian pula dengan cara memasak lauknya rata-rata semuanya mengunakan bumbu khas...

Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah

BERJUANG DEMI PENDIDIKAN OLEH: STENLY   SULAWESI HEBAT - Orang sering mengatakan kal a u pendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka .   Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. M ah a siswa berdara h Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kulia h. N amun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berus a ha memenuhi kebutuhannya sendiri. “Awalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa . T api semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kulia h saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,” jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8/6/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi di...