Langsung ke konten utama

GAGAL MASUK UNTAD MELALUI SBMPTN, Calon Maba ini Terus Berjuang Demi kampus Impian


ISTIRAHAT : Linda dan Dian saat istirahat seusai megikuti tes SMMPTN tertulis pertama di slah satu lesehan di kampus universitas tadulako. FOTO : STENLLY


SULAWESI HEBAT - Setelah gagal megikuti tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dua mahasiwa dari Kabupaten Poso tetap optimis megikuti kembali melalui tes Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).


Selain demi mereka melanjutkan sekolah ke jejang yang lebih tinggi, dua calon mahasiswa baru ini mengaku, rela berjuang mengikuti kembali tes seleksi mandiri hanya karena tercapai impian mereka mejadi mahasiswa Universitas Tadulako.


Sementara itu, Dian (18) calon maba mengaku dirinya sudah yang ke dua kali mengikuti tes masuk dari SBMPTN kemarin hingga SMMPTN kali ini dirinya berharab bisa lulus mengikuti tes demi jurusan yang dirinya sukai.


“Sudah dari tes SBMPTN kemarin saya ikut tes tapi tidak lulus, hingga sekarang saya kembali mengikuti tes seleksi mandiri, demi jurusan pilihan saya,” jelas Diana pada Sulteng Post seusai mengikuti ujian siang kemarin, Kamis (14/6).


Selain demi jurusan yang dinginkan olehnya, Diana juga dengan lantang megaku sudah sejak masih duduk di bangku sekolah tinggkat Smp dirinya sudah mendambakan ingin kulia di Universitas Tadulako.


“sudah dari sejak saya SMP punya rencana mau kulia di kampus impian saya  ini, dan masuk falkutas tenik jurusan tenik sipil,” ungkap Dian.


Meskipun dirinya lebih memili jurusan Tenik Sipil namun besar pula harapan Dian gol testing pada jurusan pilihan keduanya yakni statika.


Di tempat yang sama Lindah (18) mengaku dirinya sebenranya tidak gagal saat mengikuti SBMPTN, namun hanya karena dirinya lulus pada jurusan yang tidak dikehendakinya sehingga mendasari niatnya mengikuti kembali tes SMMPTN. 


 “Sebenranya kemarin saya sudah ikut tes SBMPTN tapi gagal, sekarang saya ikut kembali seleksi madiri demi melanjutkan sekolah saya ke jenjang yang lebih tinggi, trus sekalian biar cepat jadi mahasiswa Untad,” jelas Linda. 


Selain itu Lindah mengaku dirinya sudah sejak lama berecana mau melanjutkan kulia di Universiatas Tadulako demi tercapai harapannya bisa menjadi guru matematika.


“Ada dua juran yang saya pilih, jurusan matematika FKIP, dan jurusan Fisika, tapi yang lebih saya harapkan lulus pada jurusan matematika,” kata Linda calon maba asal Kabupaten Poso, Kecamatan Lage ini.


Meski sebelumnya dirinya telah mengikuti tes seleksi SBMPTN hingga lulus namun bukan pada jurusan pilihan yang dirnya sukai sehingga lindah tetap berjuang lewat SMMPTN.


“kemarin sih tes SBMPTN sudah lulus tapi golnya bukan pada jurusan yang saya pilih,” kata Lindah. By Admin...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pria Menangis Karena Wanita

Selamat Datang untuk membanca dan untuk tahu SULAWESI HEBAT - Bagi pria, meneteskan air mata adalah hal yang tabu untuk dilakukan.  Apalagi jika sampai menangis di depan seorang wanita, sungguh akan sangat memalukan. Walaupun, pria juga bisa bersedih, tetapi tak akan pernah diperlihatkan pada siapapun juga kalau dia sedang menangis.  1. Sangat Cinta Alasan pria menangisi wanita yang pertama adalah karena dia memang sangat mencintai wanita/kekasihnya itu. Saking tak bisanya di ungkapkan dengan kata-kata, pria bisa meneteskan air matanya saat berada tepat di depan sang wanita. Ini jelas, jika cintanya itu sangat besar. Dan wanita itupun akan sangat beruntung jika mempunyai pasangan seperti dia. Menagis lebai alah Laki Humoris 2. Kerinduan Mendalam Atas sebab memendam kerinduan mendalam, pria juga akan menangisi wanita. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka yang berhubungan LDR. Rasa rindunya yang sekian lama tak berjumpa, rasa kange...

Ini Dia Budaya Unik “Padungku” di Poso

SULWESI HEBAT - Sudah bukan hal baru lagi, padungku menjadi salah satu tradisi tahunan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah. Berakar dari budaya dan agama tua orang Poso Suku Pamona yang kemudian dimaknai secara turun temurun.    Selanjutnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Poso tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Walau harus diakui bahwa dewasa ini padungku selalu berwajah ganda. Di satu sisi ia memberdayakan, bahwa hidup ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, padungku selalu menjadi momen yang dinanti oleh semua masyrakat Poso untuk menunjukan rasa sukur pada Sang Khalik, hal ini bersal dari budaya petani sawah saat menunjukan rasa sukur atas hasil panen mereka. Dengan meyediakan berbagai jenis makanan, seperti berbagai olahan nasi dengan cara penyajian yang masih amat kental dengan tradisonal bahkan demikian pula dengan cara memasak lauknya rata-rata semuanya mengunakan bumbu khas...

Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah

BERJUANG DEMI PENDIDIKAN OLEH: STENLY   SULAWESI HEBAT - Orang sering mengatakan kal a u pendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka .   Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. M ah a siswa berdara h Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kulia h. N amun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berus a ha memenuhi kebutuhannya sendiri. “Awalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa . T api semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kulia h saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,” jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8/6/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi di...