Langsung ke konten utama

AJI Palu Dorong Perusahaan Pers Penuhi UMK

SIARAN PERS AJI PALU
Salam Independen...

Salah satu problem krusial lain yang dihadapi jurnalis di Kota Palu dan Sulawesi Tengah adalah rendahnya kesejahteraan. Di Kota Palu dan Sulawesi Tengah masih ada sejumlah media yang menggaji wartawannya jauh di bawah upah minimum kota (UMK)
sebesar Rp1,9 juta. Padahal menurut Undang-Undang No 13/2003 tentang


Ketenagakerjaan, Pasal 185, perusahaan yang menggaji pekerjanya di bawah nilai UMK, dapat dikenakan sanksi denda minimal Rp 100 juta dan maksimal Rp 400 juta dan atau sanksi pidana penjara minimal 1 tahun penjara dan maksimal 4 tahun penjara.
Bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia (Mayday) 1 Mei 2016, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu menuntut agar negara untuk memberikan jaminan keamanan kepada jurnalis; menolak praktik impunitas kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis; menuntut
perusahaan media untuk memberikan upah layak kepada jurnalis; menuntut perusahaan media memberikan jaminan asuransi,
termasuk memberikan pelatihan keselamatan yang memadai bagi jurnalis yang bekerja di wilayah rawan, wilayah konflik; menuntut pemerintah untuk menindak tegas perusahaan media yang menggaji pekerjanya di bawah UMK, termasuk yang tidak memberikan gaji kepada jurnalisnya.
Selain itu, AJI juga menyerukan kepada seluruh pekerja media di Indonesia untuk bersatu dalam serikat pekerja media yang kuat dan independen.


Tuntutan tersebut disuarakan AJI Palu pada diskusi memperingati May Day 2016 yang berlangsung di Warkop Aweng, Sabtu 30 Mei 2016. Hadir pada diskusi ini, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, BPJS Kesehatan, Nakertrans Sulteng, Arthur Pangemanan dari APINDO Sulteng, LPS HAM, Walhi Sulteng dan para aktivis buruh Kota Palu serta jurnalis dari berbagai media.
AJI Palu merespons baik pernyataan Gubernur Sulteng Longki Djanggola pada diskusi tersebut, yang memerintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, mensosialisasikan UMK pada setiap perusahaan pers. 
Dinas Nakertrans Sulawesi Tengah diminta untuk turun ke perusahaan media mengawasi apakah perusahaan pers mengindahkan kebijakan pemerintah soal UMK atau tidak.
Bagi AJI Palu pernyataan Gubernur ini perlu diapresiasi sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap perbaikan nasib buruh khususnya jurnalis. Pada saat yang bersamaan AJI Palu juga akan mengawal sejauhmana instruksi Gubernur ini bisa ditindaklanjuti oleh dinas teknis.
Pada peringatan Hari Buruh Internasional 2016 AJI Palu menuntut
1. Pemenuhan upah layak bagi jurnalis
2. Mewujudkant upah sektoral bagi pekerja media
3. Mendesak pemerintah mengawasi perusahaan media yang tidak mengindahkan UMK
4. Mendorong pembentukan serikat pekerja pada perusahaan pers
Palu, 1 Mei 2016
AJI Kota Palu
Muhamad iqbal
Ketua



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pria Menangis Karena Wanita

Selamat Datang untuk membanca dan untuk tahu SULAWESI HEBAT - Bagi pria, meneteskan air mata adalah hal yang tabu untuk dilakukan.  Apalagi jika sampai menangis di depan seorang wanita, sungguh akan sangat memalukan. Walaupun, pria juga bisa bersedih, tetapi tak akan pernah diperlihatkan pada siapapun juga kalau dia sedang menangis.  1. Sangat Cinta Alasan pria menangisi wanita yang pertama adalah karena dia memang sangat mencintai wanita/kekasihnya itu. Saking tak bisanya di ungkapkan dengan kata-kata, pria bisa meneteskan air matanya saat berada tepat di depan sang wanita. Ini jelas, jika cintanya itu sangat besar. Dan wanita itupun akan sangat beruntung jika mempunyai pasangan seperti dia. Menagis lebai alah Laki Humoris 2. Kerinduan Mendalam Atas sebab memendam kerinduan mendalam, pria juga akan menangisi wanita. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka yang berhubungan LDR. Rasa rindunya yang sekian lama tak berjumpa, rasa kange...

Ini Dia Budaya Unik “Padungku” di Poso

SULWESI HEBAT - Sudah bukan hal baru lagi, padungku menjadi salah satu tradisi tahunan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah. Berakar dari budaya dan agama tua orang Poso Suku Pamona yang kemudian dimaknai secara turun temurun.    Selanjutnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Poso tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Walau harus diakui bahwa dewasa ini padungku selalu berwajah ganda. Di satu sisi ia memberdayakan, bahwa hidup ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, padungku selalu menjadi momen yang dinanti oleh semua masyrakat Poso untuk menunjukan rasa sukur pada Sang Khalik, hal ini bersal dari budaya petani sawah saat menunjukan rasa sukur atas hasil panen mereka. Dengan meyediakan berbagai jenis makanan, seperti berbagai olahan nasi dengan cara penyajian yang masih amat kental dengan tradisonal bahkan demikian pula dengan cara memasak lauknya rata-rata semuanya mengunakan bumbu khas...

Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah

BERJUANG DEMI PENDIDIKAN OLEH: STENLY   SULAWESI HEBAT - Orang sering mengatakan kal a u pendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka .   Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. M ah a siswa berdara h Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kulia h. N amun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berus a ha memenuhi kebutuhannya sendiri. “Awalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa . T api semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kulia h saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,” jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8/6/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi di...