Langsung ke konten utama

Pemkab Poso Diminta Tegas






RELOKASI PEDAGANG PASAR SENTRAL

SULAWSI HEBAT - sosiasi Gamestone Batu Akik di Poso, meminta Pemerintah Kabupaten Poso bersama jajarannya untuk bersikap tegas terhadap penyelesaian relokasi pedagang pasar lama sentral Poso ke pasar Tradisional bersih yang berlokasi di Kelurahan Lembomawu, Kecamatan Poso Kota Selatan.
 
Penegasan tersebut menyusul tidak adanya kejelasan dari Pemkab Poso, yang terkesan selalu mengulur waktu relokasi. Padahal kondisi pasar tradisional yang baru telah siap pakai dan telah diresmikan pemakaiannya oleh mantan Bupati Poso, Piet Inkiriwang pada Agustus 2015 lalu.

Ketua assosiasi Gamstone Poso, Chandra yang ditemui oleh media ini, Jumat (11/3/2016) mengatakan, dirinya mewakili komunitas pengrajin batu akik sangat mengharapkan pemkab untuk secepatnya bisa merelokasi dan menfungsikan pasar tradisional yang baru tersebut.

Dia bahkan sangat mendukung upaya relokasi sebanyak 600 pedagang dari pasar sentral lama ke pasar yang baru merupakan sebagai langkah positif yang harus didukung dalam mengembangkan peningkatan perputaran ekonomi warga khususnya melalui peningkatan pasar.

"Sampai saat ini belum ada kejelasan kapan pasar baru mau ditempati, padahal rencana relokasi dari bulan Januari hingga saat ini belum juga jelas, kami dapat informasi terakhir hari Selasa lalu, bahwa relokasi akan dilakukan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Bupati Poso Darmin S Sigilipu membenarkan pihaknya  dalam waktu dekat akan segera melakukan relokasi ratusan pedagang pasar lama ke pasar baru.
Dijelaskannya, berdasarkan hasil pertemuan secara terpadu dengan berbagai unsur Muspida yang telah melakukan sosialisasi kepada pedagang.

"Relokasi pedagang tetap harus dilakukan, kalau kemarin-kemarin tertunda atau molor, mungkin saja kerena pengaruh teknis saja termasuk salah satunya kerena sibuk Pilkada," ujar Bupati.

Bupati Poso menambahkan dirinya sangat memahami jika banyak pedagang kaki lima, khususnya para assosiasi Gamstone yang ikut bersuara agar relokasi secepatnya dilakukan demi berfungsinya pasar tradisional yang baru, sehingga  perputaran ekonomi warga dalam jual beli lancar kembali.

“Setelah nantinya relokasi selesai dilakukan, seluruh warga tidak diperbolehkan kembali melakukan aktifitas dipasar lama, mengingat lokasi tersebut akan dijadikan sebagai kawasan taman hiburan anak-anak, keluarga untuk warga Poso,” katanya.

"Relokasi sudah siap dilakukan, kita libatkan Satpol PP yang nantinya dibackup TNI-Polri, kita berharap semua bisa berjalan aman, damai dan tertib," harap Bupati. SPC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pria Menangis Karena Wanita

Selamat Datang untuk membanca dan untuk tahu SULAWESI HEBAT - Bagi pria, meneteskan air mata adalah hal yang tabu untuk dilakukan.  Apalagi jika sampai menangis di depan seorang wanita, sungguh akan sangat memalukan. Walaupun, pria juga bisa bersedih, tetapi tak akan pernah diperlihatkan pada siapapun juga kalau dia sedang menangis.  1. Sangat Cinta Alasan pria menangisi wanita yang pertama adalah karena dia memang sangat mencintai wanita/kekasihnya itu. Saking tak bisanya di ungkapkan dengan kata-kata, pria bisa meneteskan air matanya saat berada tepat di depan sang wanita. Ini jelas, jika cintanya itu sangat besar. Dan wanita itupun akan sangat beruntung jika mempunyai pasangan seperti dia. Menagis lebai alah Laki Humoris 2. Kerinduan Mendalam Atas sebab memendam kerinduan mendalam, pria juga akan menangisi wanita. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka yang berhubungan LDR. Rasa rindunya yang sekian lama tak berjumpa, rasa kange...

Ini Dia Budaya Unik “Padungku” di Poso

SULWESI HEBAT - Sudah bukan hal baru lagi, padungku menjadi salah satu tradisi tahunan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah. Berakar dari budaya dan agama tua orang Poso Suku Pamona yang kemudian dimaknai secara turun temurun.    Selanjutnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Poso tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Walau harus diakui bahwa dewasa ini padungku selalu berwajah ganda. Di satu sisi ia memberdayakan, bahwa hidup ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, padungku selalu menjadi momen yang dinanti oleh semua masyrakat Poso untuk menunjukan rasa sukur pada Sang Khalik, hal ini bersal dari budaya petani sawah saat menunjukan rasa sukur atas hasil panen mereka. Dengan meyediakan berbagai jenis makanan, seperti berbagai olahan nasi dengan cara penyajian yang masih amat kental dengan tradisonal bahkan demikian pula dengan cara memasak lauknya rata-rata semuanya mengunakan bumbu khas...

Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah

BERJUANG DEMI PENDIDIKAN OLEH: STENLY   SULAWESI HEBAT - Orang sering mengatakan kal a u pendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka .   Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. M ah a siswa berdara h Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kulia h. N amun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berus a ha memenuhi kebutuhannya sendiri. “Awalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa . T api semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kulia h saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,” jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8/6/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi di...