Langsung ke konten utama

Pedagang Pasar Sentral Poso Tolak di Relokasi



Bupati Didesak Evaluasi Kembali Data Pedagang
 
PARA pedagang Pasar Sentral Poso saat menyampaikan tuntutan kepada aparat saat hendak direlokasi, Sabtu (12/3/2016). FOTO:POSO RAYA



SULAWESI HEBAT - Sejumlah warga pedagang Pasar Sentral Poso menolak dengan tegas relokasi yang dilakukan Dinas Kumperindag ke lokasi pasar baru di Kelurahan Kawua, Poso Kota Selatan.
Para pedagang mengeluhkan lokasi pasar tradisional modern yang baru selesai dibangun dengan anggaran sekitar Rp30 miliar itu dianggap tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Menurut para pedagang, masih ada beberapa masalah yang belum dituntaskan di pasar baru itu.

Saat proses relokasi pedagang pasar sentral yang melibatkan Satpol PP, TNI dan Polisi, Sabtu (12/3/2016) lalu, warga Pasar Sentral Poso menolak untuk direlokasi, hal itu dikarenakan lokasi yang di sediakan untuk pedagang itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Selain ukuran lapak yang dinilai terlalu kecil, mereka juga mempertanyakan adanya oknum yang bukan pedagang sudah memiliki tempat dipasar baru itu.

“Kami meminta agar data pedagang Pasar Sentral Poso itu dievaluasi kembali, agar tidak ada pedagang yang tumpang tindih, karena adanya pedagang yang bukan dari pasar Sentral ini tiba tiba sudah memiliki tempat di Pasar Baru atau Pasar Tradisional Poso,” kata Sutarman Pulman kepada Poso Raya saat ditemui di lokasi Pasar Sentral, Sabtu (12/3/2016) lalu.

Sutarman melanjutkan, warga Pasar Sentral Poso juga mengeluhkan pembagian tempat yang hanya berukuran 1X2 meter yang dianggap tidak sesuai dengan jenis jualan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Pembagian tempat yang tidak adil, khususnya PKL ukuran tempatnya tidak di sesuikan dengan jenis jualan semua sama rata berukurannya 1 meter kali 20 meter, padahal pedagang campuran itu tidak bisa menampung dengan tempat seperti itu, seharusnya itu disesuaikan dengan data kami yang kemarin, karena kami sudah pila pilah mana pedagang campuran dan mana pedagang sayur, itu harus disesuaikan jenis jualan dengan tempatnya, agar pedagang campuran dapat menempati tempat itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya menganggap lokasi pasar baru itu lebih besar dari pasar sentral Poso dan tempat yang ada di lokasi pasar baru itu dianggap tidak manusiawi.

“Itu Harus di evaluasi kembali, kami mau pindah disana tetapi kami naik satu tingkat dari pasar sentral Poso, artinya jangan tempat kami disini dua kali tiga dan di sana mendapat satu kali dua puluh meter itu berarti kita turun tingkat, tidak manusiawi lagi di sana (Pasar Tradisional Poso), saya menganggap lokasi pasar disana lebih besar, tetapi kenapa tidak bisa menampung,” tutupnya.

Ditempat terpisah, kepala dinas Kumperindag, Rusnah Mangun saat di temui mengungkapkan, bahwa tempat yang disediakan untuk para PKL itu sudah di sesuaikan dengan peraturan daerah.

“Untuk ukuran tempat dan pembagiannya itukan sudah diatur dalam Perda yang ada, jadi kami hanya menyesuaikan saja,” jelas Rusnah. PR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pria Menangis Karena Wanita

Selamat Datang untuk membanca dan untuk tahu SULAWESI HEBAT - Bagi pria, meneteskan air mata adalah hal yang tabu untuk dilakukan.  Apalagi jika sampai menangis di depan seorang wanita, sungguh akan sangat memalukan. Walaupun, pria juga bisa bersedih, tetapi tak akan pernah diperlihatkan pada siapapun juga kalau dia sedang menangis.  1. Sangat Cinta Alasan pria menangisi wanita yang pertama adalah karena dia memang sangat mencintai wanita/kekasihnya itu. Saking tak bisanya di ungkapkan dengan kata-kata, pria bisa meneteskan air matanya saat berada tepat di depan sang wanita. Ini jelas, jika cintanya itu sangat besar. Dan wanita itupun akan sangat beruntung jika mempunyai pasangan seperti dia. Menagis lebai alah Laki Humoris 2. Kerinduan Mendalam Atas sebab memendam kerinduan mendalam, pria juga akan menangisi wanita. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka yang berhubungan LDR. Rasa rindunya yang sekian lama tak berjumpa, rasa kange...

Ini Dia Budaya Unik “Padungku” di Poso

SULWESI HEBAT - Sudah bukan hal baru lagi, padungku menjadi salah satu tradisi tahunan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah. Berakar dari budaya dan agama tua orang Poso Suku Pamona yang kemudian dimaknai secara turun temurun.    Selanjutnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Poso tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Walau harus diakui bahwa dewasa ini padungku selalu berwajah ganda. Di satu sisi ia memberdayakan, bahwa hidup ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, padungku selalu menjadi momen yang dinanti oleh semua masyrakat Poso untuk menunjukan rasa sukur pada Sang Khalik, hal ini bersal dari budaya petani sawah saat menunjukan rasa sukur atas hasil panen mereka. Dengan meyediakan berbagai jenis makanan, seperti berbagai olahan nasi dengan cara penyajian yang masih amat kental dengan tradisonal bahkan demikian pula dengan cara memasak lauknya rata-rata semuanya mengunakan bumbu khas...

Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah

BERJUANG DEMI PENDIDIKAN OLEH: STENLY   SULAWESI HEBAT - Orang sering mengatakan kal a u pendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka .   Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. M ah a siswa berdara h Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kulia h. N amun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berus a ha memenuhi kebutuhannya sendiri. “Awalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa . T api semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kulia h saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,” jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8/6/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi di...