Langsung ke konten utama

Objek Lokasi Wisata pamona Selatan Kurang Perhatian Pemerintah Kabupaten Poso

SULAWESI HEBATObjek wisata yang tepat berada di seputaran  daerah kecamatan Pamona Selatan, begitu memperhatinkan, pasalnya pemerintah Kabupaten Poso, dalam hal ini dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Parekraf), masih belum memberi perhatian yang lebih, tehadap sejumlah lokasi objek wisata yang ada di sana, baik itu gunung, danau, dan sungai yang menawan serta kearifan local masyarakat Pamsel.

Selain itu, meskipun beberapa diantaranya, lokasi wisata sudah di fasilitasi dengan akses jalan beton dfan babarapa bangunan pos singgah, seperti lokasi wisata kuburan tua Watu Makilo di desa Bo’e, dan taman angerek di Desa Bancea, serta Danau Poso yang Eksotis di sekitarnya.

Ternyat dengan semua fasilitas penunjang tersebut tidak cukup tanpa promosi yang kuat dari pihak pemerintah kabupaten poso, dalam hal ini dinas yang terkait.

Kurangnya promosi dan minimnya perhatian yang lebih, seaakan pemerintah kabupaten belum bisa melirik potensi  wisata yang bisa mempengaruhi semua sektor elemen hidup masyrakat.
 
Sementara itu salah satu putra asli pamona selatan asal Desa Bo’e  Eteng (nama samaran) mengatakan, pemerintah kabupaten poso hanya sibuk melakukan pembangunan pada sejumlah daerah yang meurut mereka strategis, pada hal daerah Pamona Selatan, selaku beranda depan kabupaten poso dari arah Selatan, harus menjadi perhatian lebih pemerintah, ditambah lagi daerah ini tidak terkotaminasi dengan kejadian konyol 15 tahun lalu.

Selain itu Eteng menginformasikan pula, bawa di desanya, tepanya di lokasi wisata alam Watu makilo, yang sudah di fasilitasi dengan akses jalan yang mudah untuk ke sana, namun masih saja kurang promosinya dari ihak pemerintah kabupaten poso sehingga samapai saat ini masih saja kurang pengunjung.
 
Menurut pantauan Sulawesi Hebat, daerah Pamona Selatan yang dominannya adalah penduduk Suku Pamona, ternyata di bagian daerah lain sudah ditempati oleh berbagai suku ras dan agama,.
Dalam kehidupan sehari-hari pun mereka masih memprioritaskan budaya hidup gotong royong, seperti pada acara duka, tidak heran hamper satu kampong akan berkumpul di sana untuk menjalin rasa simpati.

Selain itu, daerah yang rata-rata masyarakatnya, bermata pencarian di sector agraris ini, banyak diantaranya tidak mau ambil pusing program yang pemerintah kabupaten turunkan terhadap mereka, karenanya banyak oknum pengurus desa mengambil kesempatan untuk memanfaatkan situasi tersebut.(***)
oleh : Stenlly


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pria Menangis Karena Wanita

Selamat Datang untuk membanca dan untuk tahu SULAWESI HEBAT - Bagi pria, meneteskan air mata adalah hal yang tabu untuk dilakukan.  Apalagi jika sampai menangis di depan seorang wanita, sungguh akan sangat memalukan. Walaupun, pria juga bisa bersedih, tetapi tak akan pernah diperlihatkan pada siapapun juga kalau dia sedang menangis.  1. Sangat Cinta Alasan pria menangisi wanita yang pertama adalah karena dia memang sangat mencintai wanita/kekasihnya itu. Saking tak bisanya di ungkapkan dengan kata-kata, pria bisa meneteskan air matanya saat berada tepat di depan sang wanita. Ini jelas, jika cintanya itu sangat besar. Dan wanita itupun akan sangat beruntung jika mempunyai pasangan seperti dia. Menagis lebai alah Laki Humoris 2. Kerinduan Mendalam Atas sebab memendam kerinduan mendalam, pria juga akan menangisi wanita. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka yang berhubungan LDR. Rasa rindunya yang sekian lama tak berjumpa, rasa kange...

Ini Dia Budaya Unik “Padungku” di Poso

SULWESI HEBAT - Sudah bukan hal baru lagi, padungku menjadi salah satu tradisi tahunan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah. Berakar dari budaya dan agama tua orang Poso Suku Pamona yang kemudian dimaknai secara turun temurun.    Selanjutnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Poso tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Walau harus diakui bahwa dewasa ini padungku selalu berwajah ganda. Di satu sisi ia memberdayakan, bahwa hidup ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, padungku selalu menjadi momen yang dinanti oleh semua masyrakat Poso untuk menunjukan rasa sukur pada Sang Khalik, hal ini bersal dari budaya petani sawah saat menunjukan rasa sukur atas hasil panen mereka. Dengan meyediakan berbagai jenis makanan, seperti berbagai olahan nasi dengan cara penyajian yang masih amat kental dengan tradisonal bahkan demikian pula dengan cara memasak lauknya rata-rata semuanya mengunakan bumbu khas...

Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah

BERJUANG DEMI PENDIDIKAN OLEH: STENLY   SULAWESI HEBAT - Orang sering mengatakan kal a u pendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka .   Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. M ah a siswa berdara h Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kulia h. N amun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berus a ha memenuhi kebutuhannya sendiri. “Awalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa . T api semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kulia h saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,” jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8/6/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi di...