Langsung ke konten utama

Kadis Setuju Dinsos Berdiri Sendiri



SULAWESI HEBAT - Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Palu, Denny Taufan setuju dengan pernyataan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indra Parawansah saat melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Tengah, bahwa Dinas Sosial tingkat I maupun tingkat II harus berdiri sendiri. Sebab, menurut Denny yang terjadi saat ini, urusan sosial di dinas-dinas terkait terkesan dinomor duakan.
Sehingga, alasan itu membuat Mensos ingin memisahkan Dinas Sosial dari instansi lain.
"Apa yang di katakan Mensos itu benar, yang ada saat ini kan dinsos di gabung dengan instansi lain yang justru kerja-kerja sosial tidak fokus di tangani," jelas Denny di Palu, Kamis (10/3/2016). 

Dipisahnya Dinas Sosial ini Kata Denny, agar kerja-kerja dan program sosial terlaksana secara merata dan lebih optomal. Di samping itu, lanjut dia, Mensos sebelumnya sudah pernah melayangkan surat Kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memisahkan Dinas Sosial dengan instansi lain, namun sampai saat ini Kemendagri belum merespon hal tersebut.

 "Memang kenyataan seperti itu, banyak pejabat internal lebih bangga membawa lebel lain dari pada lebel sosial. Padahal kita ini di bawa naungan Dinas Sosial. Hal seperti ini bukan hanya berlaku di Kota Palu hampir semua daerah seperti itu," sambungnya. 

Olehnya beber dia, tahun ini Dinsosnaker Kota Palu telah mendorong lebih program-program yang berbau Sosial. 

Bukan berarti, dengan diphusnya program-program sosial ini hingga tiga kali lipat, mengabaikan bidang tenaga kerja. 

"Bukan kita mengabaikan bidang lain, tapi kan saat ini masih banyak masalah-masalah sosial yang belum terselesaikan, sehingga kami lebih meningkatkan program-program di bidang sosial," paparnya. 

Sebelumnya juga urai Denny, pihaknya sudah pernah mengusulkan hal yang sama kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Walikota Palu pada masa pemerintahan Rusdy Mastura. Namun hal itu belum juga direspon lebih jauh, sebab saat itu masih butuh pertimbangan jika kedua instansi itu di pisahkan maka ada perubahan-perubahan bidang dan personalia. 

Sehingga, dengan hadirnya pimpinan baru ini, kemungkinan Taufan akan kembali melakukan pembicaraan lebih intens lagi dengan Walikota Hidayat terkait usulan pemisahan Dinas Sosial dengan instansi lain. 

"Kemungkinan kita akan bicarakan kembali nanti bersama Walikota terkait hal ini. saya pikir Walikota paham soal ini, sebab beliau sebelumnya orang birokrasi," pungkasnya. TEN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Pria Menangis Karena Wanita

Selamat Datang untuk membanca dan untuk tahu SULAWESI HEBAT - Bagi pria, meneteskan air mata adalah hal yang tabu untuk dilakukan.  Apalagi jika sampai menangis di depan seorang wanita, sungguh akan sangat memalukan. Walaupun, pria juga bisa bersedih, tetapi tak akan pernah diperlihatkan pada siapapun juga kalau dia sedang menangis.  1. Sangat Cinta Alasan pria menangisi wanita yang pertama adalah karena dia memang sangat mencintai wanita/kekasihnya itu. Saking tak bisanya di ungkapkan dengan kata-kata, pria bisa meneteskan air matanya saat berada tepat di depan sang wanita. Ini jelas, jika cintanya itu sangat besar. Dan wanita itupun akan sangat beruntung jika mempunyai pasangan seperti dia. Menagis lebai alah Laki Humoris 2. Kerinduan Mendalam Atas sebab memendam kerinduan mendalam, pria juga akan menangisi wanita. Biasanya, hal ini dialami oleh mereka yang berhubungan LDR. Rasa rindunya yang sekian lama tak berjumpa, rasa kange...

Ini Dia Budaya Unik “Padungku” di Poso

SULWESI HEBAT - Sudah bukan hal baru lagi, padungku menjadi salah satu tradisi tahunan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tegah. Berakar dari budaya dan agama tua orang Poso Suku Pamona yang kemudian dimaknai secara turun temurun.    Selanjutnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Poso tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Walau harus diakui bahwa dewasa ini padungku selalu berwajah ganda. Di satu sisi ia memberdayakan, bahwa hidup ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Selain itu, padungku selalu menjadi momen yang dinanti oleh semua masyrakat Poso untuk menunjukan rasa sukur pada Sang Khalik, hal ini bersal dari budaya petani sawah saat menunjukan rasa sukur atas hasil panen mereka. Dengan meyediakan berbagai jenis makanan, seperti berbagai olahan nasi dengan cara penyajian yang masih amat kental dengan tradisonal bahkan demikian pula dengan cara memasak lauknya rata-rata semuanya mengunakan bumbu khas...

Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah

BERJUANG DEMI PENDIDIKAN OLEH: STENLY   SULAWESI HEBAT - Orang sering mengatakan kal a u pendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka .   Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. M ah a siswa berdara h Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kulia h. N amun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berus a ha memenuhi kebutuhannya sendiri. “Awalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa . T api semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kulia h saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,” jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8/6/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi di...